Selasa, 12 April 2011

per-jalan-an

Penjelajahan demi penjelajahan dilalui...
tantangan dan rintangan kita cari dan kita buat
lalu petualanganpun dimulai
dari satu gunung ke gunung lain, dari satu jeram ke jeram yg lain
dari satu gua menuju gua lain, dari satu tebing menuju tebing lain

Kita merasa bangga mengira telah bisa menaklukan alam (mencapai
puncak gunung, tebing dll). Memproklamirkan dirinya sang penakluk,
betapa bangga dan jumawa diri ini seakan apapun mampu dilakukan tanpa
bantuan siapapun.

Lalu petualangan itu pun terus berlanjut, mencari korban-korban untuk
ditaklukannya dgn segudang kepercayaan diri yg tak terkira.
Peringatan-peringatan sang alam tak pernah dibacanya, seolah itu
hanyalah bising semata yg menghinggapi nuraninya.

Lalu akhirnya terhenti oleh sebuah takdir, semua perjalanannya selama
ini yg dibanggakan hrs terhenti oleh desah alam yang menggeliat
memberinya sebuah pelajaran, Ya, betul...pelajaran yang sangat
berharga bagi hidup manusia. Betul itu adalah takdir, tapi takdir
yang diciptakannya sendiri dan mendapat restu dari-Nya.

Bila itu semua terlanjur terjadi, apa yang kita dapat dari setiap
langkah yg meninggalkan jejak-jejak tak bertuan????


pendakieror

Jumat, 12 Juni 2009



buat rekan2 kipas...

bentar lagi bulan agustus,,
bulan dimana setiap penggiat alam tidak akan melupakan moment untuk "upacara bendera" yg biasanya diadakan di puncak2 gunung ..

maka...
siapkan mental. fisik, dan niat untuk ikut moment tersebut..

"to cikuray with kipas"

15-17 Agustus 2009

ditunggu segala kejutannya....

from
"khtyo"

Rabu, 21 Januari 2009

thanks for all

ass...
salam lestari...
thanks buat temen2 KIPAS yang telah ikut serta dalam bakti sosial yang kita adain tanggal 17 januari 2009 di desa tangkil, batujaya karawang yang terkena musibah banjir.semoga kegiatan KIPAS akan terus berjalan untuk mengabdi kepada masyarakat juga...
makasih kepada rekan2 buat tenaga, waktu, biaya, pikiran, dan apapun itu juga, yang pasti semoga KIPAS tetep maju terus...
wassalam.....

2 trilyun ton es mencair

LEBIH dari dua triliun ton es di Kutub Utara dan Kutub Selatan mencair sejak tahun 2003. Hasil pengukuran menggunakan data pengamatan satelit GRACE milik NASA itu menunjukkan bukti terbaru dampak dari pemanasan global.

"Antara Greenland, Antartika, dan Alaska, pencairan lapisan es telah meningkatkan air laut setinggi seperlima inci dalam lima tahun terakhir," kata Scott Luthcke, geofisikawan NASA.

Dari pengukuran tersebut, lebih dari setengahnya adalah es yang sebelumnya ada di Greenland. Selama lima tahun, es yang mencair dari Greenland tersebut mengalir ke Teluk Chesapeake dan mengalir ke laut lepas. Bahkan menurut Luthcke, pencairan es di Greenland akan berlangsung semakin cepat.

Mencairnya es di daratan sebenarnya tak berpengaruh langsung terhadap kenaikan muka air laut di seluruh dunia seperti mencairnya lautan beku. Pada tahun 1990-an, pencairan es di Greenland tidak menyebabkan peningkatan air laut yang berarti.

"Namun, saat ini Greenland turut meningkatkan setengah milimeter tingkat air laut per tahun," kata ilmuwan es NASA Jay Zwally. “Pencairan terus memburuk. Ini menunjukkan tanda yang kuat dari pencairan dan amplifikasi. Tidak ada perbaikan yang terjadi,” lanjut Zwally.

Para ilmuwan NASA mempresentasikan temuan baru mereka pada konferensi American Geophysical Union di San Fransisco minggu lalu. Dengan menganalisis perubahan iklim, secara umum para ilmuwan akan melihat yang terjadi beberapa tahun untuk menentukan tren secara keseluruhan.

kampanye global warming

PUNTA ARENAS, SENIN — Pangeran Albert II meninggalkan Monaco, Senin (5/1), memulai ekspedisi ke Antartika di Kutub Selatan untuk menggugah kepedulian publik terhadap pemanasan global (global warming). Perjalanan tersebut akan melengkapi pengalamannya yang lebih dulu mengunjungi Kutub Utara pada 2006.

Ia akan menghabiskan waktu hingga 22 Januari dan berkunjung ke 26 base camp internasional yang ada di benua beku tersebut. Tempat kunjungan pertama yang dituju adalah King George Island yang merupakan stasiun penelitian bersama sejumlah negara. Dari sana, kapal akan singgah di Patriot Hill yang menjadi base camp peneliti AS dan Amundsmen-Scott yang merupakan pusat penelitian Perancis dan Italia.

Selanjutnya, misi dilanjutkan ke Stasiun Vostok dan Novolazarevskaya yang menjadi pusat perhatian Russia. Dari sana, lanjut ke Stasiun Davis Australia, Stasiun Princess Elisabeth yang menjadi basis peneliti Belgia serta stasiun para peneliti Norwegia.

"Ini merupakan salah satu kawasan paling sensitif di dunia. Segala sesuatu yang terjadi di Kutub Selatan seperti di Kutub Utara berpenagruh terhadap semua daearah di planet ini," ujarnya. Menurutnya, misi ekspedisi tersebut sekaligus menegaskan dukungan Monaco terhadap Traktat Antaryiksa yang bertujuan mencegah eksploitasi komersial maupun militer untuk kepentingan sempit masing-masing negara.

Pangeran Albert II yang merupakan anak laki-laki Puteri Rainier selama ini dikenal sebagai tokoh yang peduli lingkungan. Suami artis cantik Hollywood Grace kelly itu telah alma aktif dalam kegiatan lingkungan bahkan mendirikan yayasan lingkungan pada tahun 2006.

Salah satunya menjadi salah satu penawar tertinggi untuk menamai spesies baru ikan-ikan yang ditemukan di Raja Ampat, Papua Barat melalui Blue Ocean Auction dua tahun lalu. Dana yang diberikan digunakan untuk mendanai konservasi lingkungan di daratan dan perairan dekat kawasan Kepala Burung Papua itu.

Kamis, 08 Januari 2009

hening

o..................

Senin, 03 November 2008

bumi ini

bertambah panasnya dunia ini
semakin tak terasa sejuknya angin
semakin tak terdengarnya kicauan nyanyian alam…
semakin hilang jernihnya air sungai
hanya keringat manusia serakah yang sering menetes dibumi…
dan semakin keringnya tanah yang dia pijak
tak ada lagi pohon yang tumbuh, hanya gedung yang sanggup bertahan saat ini
kemana manusia yang dulu merindukan kesejukan dan kedamaian….
kini hilang, melupakan keheningan dan kesejukan udara bersih..
tidak kah manusia merindukan itu semua…
sadarlah manusia serakah, masih banyak pekerjaan yang tidak harus merusak tempat tinggalmu sekarang….
bumi ini rumah kita bersama….
jaga dan rawatlah bumi….

antologi
Pohon Hijau
Batang, Ranting, dan Daun Mahkotanya


Ia masih seperti yang dulu
Terlihat kemarin pagi
Ia masih seperti yang dulu
Kulihat kemarin siang
Masih…….. Ia tetap seperti yang dulu
Terlihat lagi sore kemarin

Hujan terlalu lama untuk diturunkan
Matahari terlalu gahar untuk dimandikan
Alam melanglang, embun berganti deburan topan
Debu menggelora
Panas menyengat datang

Aahh….Ia masih seperti yang dulu
Terlihat pagi ini, mentari mercusuar dunia
Oh Tuhan….Ia masih seperti yang dulu
Kulihat lagi sore ini, menggalang sunyi menatap prahara

Akar, Batang………..
Ia masih seperti yang dulu
Tetap tangguh, menancap kokoh menusuk perut bumi
Batang, ranting………bermahkotakan Daun
Selalu, seperti dulu
Kulitnya coklat, merona menyerap mentari
Daunnya segar menghijaukan
Seperti yag aku lihat dulu, diperjalanan hidupku

Oh…Tuhan…..
Ia berbeda hari ini, meranggas, tanpa mahkota

Batang, Ranting…..
Tetap seperti yang dulu
Tapi tak coklat seperti pertama dulu
Legam, pekat….
Ia terbakar, ia telah mati, ia tercabik mahkotanyapun hilang
Tanpa daun

Tepat hari ini
Gelora mentari congkak telah membakarnya
Diatas kepala tersenyum
Mentari tersenyum gahar

Pohon itu…..
Batang itu…..
Ranting itu……
Mahkotanya……..hilang
Hutanku tak seperti yang dulu
Hari ini kulihat siang tadi
Diperjalanan hidupku


FI

Jumat, 31 Oktober 2008

HIJAUKAN TANAH INI

Ketika pohon-pohon nan hijau bertumbangan
udara mulai memanas nan menyengat
Air dan lautan mulai keruh menghitam
Penghuni dalam lautan meratap sekarat tak berdaya
Tanah mulai meradang gersang dan berasap tebal
Binatang-binatang punah korban pembantaian brutal manusia
Dan terakhir manusia-manusia musnah korban pembantaian keserakahan
Bayangkan…, begitu seram masa depan tanah ini.

Aneh…, justru manusia-manusia saling menuding dan saling berkata benar
Nyatanya tanah ini merintih, merana, dan berdarah
Adakah suatu hukum yang adil ditanah ini ?
Atau suatu hukum sedang sembunyi ketakutan ?
Gara-gara kelompok manusia serakah yang kejam
Berakibat pembantaian masal hewan-hewan, pepohonan, dan manusia sendiri
Jika terlihat kelompok manusia sedang membantai keji hutan hijau
Tembak sajalah!

Hijaukan tanah ini !
Demi manusia-manusia , demi hewan-hewan, demi penghuni dalam lautan
demi pepohonan nan rindang, demi masa depan anak-anak bangsa

kita kehilangan lagi

Kita telah kehilangan simfoni burung-burung di pagi hari
berganti jerit riuh kendaraan, manusia-manusia yang berlari
didesak. Didesak-desak
kebutuhan-kebutuhan manusia kini
berlari mengejar materi. tamak.
tak henti. tak hentihenti

Kita telah kehilangan lembut angin
menerbangkan aroma rumput wangi
berganti aroma sampah bertebaran

Kita telah kehilangan murni udara pohon-pohon hijau

Kini hanya tersisa
hutan-hutan yang risau
satwa-satwa yang gelisah
pohon-pohon yang resah
(kapan giliran mereka disesah?)

Kita telah kehilangan senja dan langit berwarna jingga
di hari-hari kita
berganti kini dengan keruh mega
tertutup emisi gas rumah kaca

Kita telah kehilangan musim yang manis
Yang dulu silih berganti dengan teratur
tak seperti kini
hujan dan kemarau tertukar
pada musim yang tak benar

Kita telah kehilangan
Tak terhitung bilangan

Akankah kita kehilangan lagi
anak-anak masa depan
tanpa harapan?


ptrnbjk

Ini salah kita

Mengapa burung tak bernyanyi
mengapa hutan tak ada lagi
mengapa banjir melanda bumi

mengapa satwa tak berbunyi
mengapa hutan terbakar lagi
mengapa pohon sudah menghilang
mengapa longsor terjadi lagi
ini juga salah kita semua

-ufi-

alam tak diam

Gemericik suara air yang mengalir
Belaian angin yang lembut
Menyibakkan mahkotaku
Mengurai makna
Bahwa alam ini tak diam

Alam ini bicara
Dengan bahasanya yang lembut
Diiringi mozaik abadi
Yang selalu menghibur kita

Berikan kasih sayangnya
Memberikan kedamaian dijiwa
Memberikan warna dalam hidup

Lalu mengapa kita tidak menyayangnya
Memberikan sentuhan halus hati
Menegurnya dengan senyuman ramah !

अलाम्सिअपा

Gemericik suara air yang mengalir
Belaian angin yang lembut
Menyibakkan mahkotaku
Mengurai makna
Bahwa alam ini tak diam

Alam ini bicara
Dengan bahasanya yang lembut
Diiringi mozaik abadi
Yang selalu menghibur kita

Berikan kasih sayangnya
Memberikan kedamaian dijiwa
Memberikan warna dalam hidup

Lalu mengapa kita tidak menyayangnya
Memberikan sentuhan halus hati
Menegurnya dengan senyuman ramah !

Puisi Alam (yang tak terberikan)

Masih seperti hidup berkesan di dalam benakku
Hutan rimba jauh di sana terhias oleh hijau yang abadi beribu-ribu bunga
Kudaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat berbeban

Jika matahari yang kulihat adalah terang
Maka sinarnya belum menerangi seluruh isi ruangku
Silau terhampar
Hilangkan udara segar

Musim hujan segera menuju jurang malam
Lambat laun mengantar siang
Jiwa alam gemulai lunglai
Bara menyala membuang jiwa lajang yang merdeka

Pesanmu berhujanan menghambur bergegas
Cinta tak dapat untuk kau berikan

N_S

pohon dan laut

dipepohonan
burung-burung belajar berbicara
dengan lidah kecilnya,
tapi aku tak mengerti,
dilaut
ikan-ikan belajar terbang
dengan sayap yang keperak-perakan,
tapi aku tak mengerti.
karena aku hanyalah hutan kecil yang
tak tahu kenapa ditanam dialam untuk
dimusnahkan.

Katanya

Katanya kalian adalah tanganNya untuk kami
Nyatanya kalian hanya panjang tangan
Malang melintang di hutan kami
Menebar benci dan dengki

Katanya ajaran yang di amanatkan kepada kalian adalah cinta kasih
Nyatanya sekedar cinta pada diri yang tak terkendali
Katanya kalian pencinta alam
Nyatanya sekedar suka bercinta dengan alam

Dari kami kalian berasal
Tapi kami asing dengan kalian
Kalian toreh kulit kayu dan batu kami
"hanya tuk sekedar nama-nama kecil

Jinjinglah terompahmu
Injaklah kaki di batu-batu kecil kami yang memberi refleksi
Berwudhu'lah di air kami
Basuh mukamu sepuas syukurmu

Syukur jauh dari sekedar memuji-Nya
Syukur jauh dari sekedar menikmati
Makanlah dengan tangan telanjang di tepi kolam kami
Bersama teratai,capung,burung,katak dan burung-burung kami
Bersatulah dengan kami

Binalah tempat berpijakmu ini
Niscaya akan kami mintakan kepadaNya
Pemilik jagad ini
"tuk meneguhkan kedudukanmu dimuka bumi

Sampai suatu saat,
Kami kehilangan dari pandanganmu
Karena kami hanya segelintir ayat-Nya
Di jagad-Nya yang luas ini

S-B

bila

Bila angin
kehilangan desirnya
daun-daun kering
takkan mau
meluruhkan tubuhnya

Bila langit
kehilangan kebiruannya
burung-burung
takkan mau
mengepakkan sayapnya

Bila sungai
kehilangan kejernihannya
ikan-ikan
takkan mau
mengibaskan ekornya

Bila bulan
kehilangan sinarnya
malam-malam
akan gelap tanpa cahaya

Bila hutan
kehilangan pohon-pohon
hewan-hewan
kehilangan tempat tinggalnya

Bila bukit
kehilangan kehijauannya
sungai-sungai
akan kering selamanya

Bila petani
kehilangan sawah ladangnya
kanak-kanak
akan menitikkan air mata

Bila manusia
kehilang kemanusiaannya
alam semesta
akan tertimpa bencana
dan bertanya angin kering
"Perlukah memanusiakan manusia?".

Selasa, 28 Oktober 2008

Alam yang Megah

Angin yang berhembus pelan
Menggoyang rerumputan di sekitarnya
Kicauan burung nan merdu
Disertai pepohonan nan bergoyang
Menambah semaraknya alamku
Alam yang megah

Kupandang lagi jauh alamku
Dan kembali teringat olehku perbuatan yang kejam
Perbuatan kejamku, kamu dan yang lainnya
Yang telah merusak alam sendiri
Dan menjadikannya sesuatu yang tidak berguna lagi

Kini, alamku memang tak seindah dulu
Tapi, aku dan semuanya berjanji
akan terus menjaga mu dari intaian
makhluk-makhluk pengganggu

Hei!!
Jangan termenung saudaraku
Bangkitlah,
Ayo, kita jaga alam kita
Agar kembali seindah dan semegah dulu


from R-k

sendiri

Sendiri

itulah yang sering terucap

saat tidak memiliki siapapun

merasa diri sangat bodoh

sangat bersalah

ketika semua telah berakhir

dan berada dalam sendirian

kegelapan menyelimuti

wajah menampakkan ketegaran

tetapi apakah benar?

apakah yang dilakukan ini benar?

apakah tidak ada kata tangis

dan penyesalan

tangis yang terus-menerus

menyesali diri ini

benci terhadap diri ini

muak terhadap diri ini

tapi ada satu hal

keinginan kecil

jauh di lubuk hati

untuk mencari

secercah cahaya

sebuah tangan

untuk berharap

dapat membawa kembali

kepada kebersamaan

dalam sinar mentari pagi

dan tertawa kembali

Hanya untuk langit

Malam ini langit tak berbintang
Hujan turun dengan begitu deras
Saai itu kutahu....
Bahwa langit mengerti atas kesedihanku
Langit mengerti atas semua penderitaanku
Untuk itulah langit menurunkan hujan untukku
Langit ingin melihatku bahagia
langit ingin melihatku tersenyum...
Kuberlarian dengan diguyur air hujan yang dingin
Supaya hujan menghapus semua air mataku...
Semua penderitaan dan kesedihanku...
Semuanya akan hanyut bersama air yang mengalir..
Biarlah...
Biarlah semuanya berlalu
Akan kubuka lembaran yang baru...
Dan gadis ini akan memperlihatkan senyuman terindahnya...
Hanya untuk langit

from WSU

mt.pangrango

mt.pangrango