Jumat, 19 Oktober 2007

Salamku untukmu, gunung-gunung E-mail



…Masih seperti hidup terkesan didalam benakku, hutan rimba nun disana yang terhias oleh hijau yang abadi beribu-ribu bunga, yang harumnya tidak pernah melemah; dengan telinga batinku aku mendengar angin laut mendesah diantara pohon-pohon pisang dan puncak-puncak pohon nyiur, deburnya air terjun, didaerah pedalaman yang jatuh dari ketinggian tebing-tebing gunung; seolah-olah saya menghirup hawa pagi yang sejuk, seakan-akan saya kembali berada dimuka gubuk orang jawa yang ramah, sedang sepi yang senyap masih meliputi hutan rimba yang mengelilingi diriku,-tinggi diatasku, diawang-awang kelompok-kelompok kalong dengan mengibas-ngibaskan sayapnya bergegas kembali kedaerah tempat bermukimnya disiang hari kemudian mulai ada kehidupan gerakan disengkuap tajuk dari, burung-burung merak meneriakkkan cuhungnya, kera-kera mulai lagi permainana yang lincah, sedang gema suaranya membangunkan gunung-gunung dengan nyanyian paginya, beribu-ribu burung mulai dengan kicaunnya, dan sebelum matahari mewarnai langit timur, puncak yang megah dari gunung disana telah terpulas dengan emas dan merah cerah, dari ketinggian dia memandang diriku seperti kenalan lama,- kerinduanku menanjak dan dengan haus kuharapkan datangnya hari, waktu dimana aku dapat mengatakan.. :

"salamku untukmu, gunung-gunung, "

Tidak ada komentar:

mt.pangrango

mt.pangrango